Cari Blog Ini

Senin, 11 Juli 2011

Gali Kuburmu sendiri!!


  • Hah? Ya. Ini fakta dan nyata. Di Gunung Kidul, krn sulitnya dan kerasnya tanah di sana, maka utk mempersiapkan kematian, setiap orang harus mempersiapkan liang kuburnya masing-masing. Sebab, kalau sudah mati tak bisa menggali kuburan sendiri. Biayanya mahal. Nah, agar kalau mati tidak terlantar, tidak segera dikubur, tak ada biaya, merepotkan, segera mumpung masih hidup siapkan kuburannya masing-masing.


    Jauh sebelum itu, ada kisah unik. Seperti kisah Ibnu Sammak, dari Ibnu As-Sammak Al-Waizhi bahwa ia menggali sebuah lubang di rumahnya layaknya kuburan. Bila dia merasakan jiwanya malas, ia kemudian mesuk ke dalamnya dan menelentang seolah-olah sudah mati, kemudian berkhayal seakan-akan ditanya dan merasa amalnya masih kurang, lalu merujuk mohon pertolongan dan minta dikembalikan lagi ke dunia secara nyata, “Ya Rabbku, kembalikanlah aku (ke dunia), niscaya aku akan beramal shalih melakukan apa saja yang selama ini aku tinggalkan.”

    Setelah merajuk seperti itu dan minta dikembalikan, kemudian ia mengadili dirinya sendiri, “Wahai Ibnu Sammak, sesungguhnya engkau sudah diberi kesempatan (hidup) lagi.”

    Kemudian ia bangkit dari kubur seakan-akan ia bebas dari ikatan yang menjeratnya.

    Hahahaha ada ada saja..

    Nah, biar nggak terlantar saat nanti mati, bisa jadi ngga ada yang ngafanin, ngga ada yang myalatin, ngga ada yang mau ngaterin ke kuburan kecuali dengan marah-marah dan mayat kita dilempar-lempar, segera saja berbenah. Shalatlah agar engkau –kalau mati- dishalatkan. Sebab, kalau ngga mau dan ngga pernah shalat, mayat itu ngga boleh dishalatkan. Kan ngga konek alias ngga nyambung dan ngga ada gunanya. Hiiiih ngeri!!! Kayak bangkai hewan aja. Busuk tak berguna dan tersia-sia. Na’udzubillah…

    Ketahuilah, karena Allah Ta’ala telah mengingatkan agar tidak menjadi orang munafik, dan agar kita mati tak tercela yang tiada ampun lagi baginya.

    “Kamu memohonkan ampun bagi mereka atau tidak kamu mohonkan ampun bagi mereka (adalah sama saja). Kendatipun kamu memohonkan ampun bagi mereka tujuh puluh kali, namun Allah sekali-kali tidak akan memberi ampunan kepada mereka. Yang demikian itu adalah mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik.” (Qs. At-taubah: 80)

    Yang lebih parah, bukan saja tidak diterima alias ditolak shalat maupun doa untuk mereka, bahkan Allah pun sampai melarang kaum mukminin untik menyalatinya. Dahsyat benar siksa dunia apalagi akhirat nantinya.

    “Dan janganlah kamu sekali-kali menyalatkan (jenazah) seorang yang mati diantara mereka, dan janganlah kamu berdiri (mendoakan) di kuburnya. Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik.” (Qs. At-taubah: 80)
    by:arifin yusuf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar